Rabu, 27 Januari 2010
DEMONTRASI 28 JANUARI 2010 MAKIN DEKAT
Akankah sama demontrasi 28 januri 2010 dengan demontrasi 9 desember 2009 yang berujung damai? Aparat kepolisiaan Jawa timur mengerahkan 2.900 personil disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa 100 hari kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II di Surabaya.
"Mereka adalah gabungan dari Kepolisian Daerah Jatim, Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya, Polres Surabaya Utara, Polres Surabaya Selatan, Polres Surabaya Timur, Polres Gresik, Polres Sidoarjo, dan Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan. Kami juga akan menambah personil dari Brimob Kepolisian Daerah Jatim sebanyak 500 petugas yang dilengkapi dengan mobil water canon," kata Kepala Bina Mitra Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya Sri Setyo Rayahu, Rabu (27/1) di Surabaya.
Di Jakarta, Polda Metro Jaya menyiagakan 10.000 personel untuk mengamankan aksi demonstrasi besar menyambut 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono pada 28 Januari 2010 di Jakarta. Namun, pengerahan jumlah personel itu melihat kondisi di lapangan.
"Pengamanan pada 28 Januari situasional, tapi 10.000 anggota disiapkan," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1/2010).
Di Jakarta demontrasi mendapat dukungan massa dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang akan digelar Kamis (28/1/2010) besok terus bertambah. Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ton Abdillah Has yang juga koordinator lapangan aksi GIB, pagi ini menjelaskan, 10 organisasi mahasiswa, pemuda, dan rakyat sudah menyatakan bergabung dengan aksi GIB nanti.
"Di antaranya BEM Nusantara, Serikat Pekerja Nasional, dan Keluarga Besar Universitas Bung Karno sehingga secara signifikan menambah jumlah peserta aksi yang awalnya diperkirakan sekitar 10.000 orang. GIB berkeyakinan jumlah tersebut dapat mencapai lebih dari 20.000 orang pada saat aksi berlangsung," ujarnya.
Kuatnya dukungan ini, jelas Ton, merupakan bukti ketidakpuasan rakyat atas kegagalan pemerintah, baik dalam aspek ekonomi, politik, maupun hukum, khususnya skandal bail out Bank Century dan pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas China-ASEAN.
"Mosi tidak percaya terhadap pemerintahan SBY juga akan berlangsung di berbagai daerah karena banyak organisasi mahasiswa, pelajar, pemuda, buruh, dan LSM yang bergabung di GIB juga memiliki cabang di seluruh Indonesia," Ton Abdillah menegaskan.
Beberap isu yang akan diusung dalam aksi nanti antara lain:
- SBY gagal melindungi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional.
- SBY gagal melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, khususnya menyangkut perlindungan kekayaan alam dari eksploitasi dan penguasaan asing.
- SBY gagal melindungi industri kecil dan menengah yang menjadi penggerak sektor riil ekonomi nasional karena membebaskan produk-produk asing masuk ke Indonesia secara bebas lewat perjanjian dagang tanpa mempertimbangan kapasitas daya saing industri nasional.
- SBY gagal mempertahankan penerimaan negara yg seharusnya untuk subsidi rakyat karena APBN terbebani utang luar negeri yang besar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar